--> Kanjeng Ibad: pendidikan | Deskripsi Singkat Blog di Sini

tempat rekresi intelektual dan kazanah keilmuan


Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Thursday, October 23, 2014

Cara Membandingkan Pecahan

Cara Membandingkan Pecahan

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Cara Cepat Membandingkan Pecahan. Untuk dapat membandingkan pecahan secara cepat dapat dilakukan dengan cara membandingkan pembilang atau penyebut pecahan tersebut. Namun apabila penyebut pecahan tidak sama, maka penyebut harus disamakan terlebih dahulu. Berikut beberapa teknik cepat yang biasa dilakukan, antara lain :

1. Pembilang sama
Dari pengalaman-pengalaman peragaan membandingkan pecahan dapat dilihat bahwa 3/4 < 3/6 < 5/8. Pada pecahan positip, bila pembilangnya sama, maka pecahan yang nilainya lebih dari adalah pecahan yang penyebutnya mempunyai angka bernilai kecil. Sedangkan untuk pecahan negatip akan terjadi sebaliknya. 


2. Penyebutnya sama Pecahan yang penyebutnya sama mudah dibandingkan melalui peragaan-peragaan luas daerah maupun kepingan-kepingan pecahan. 

Pada pecahan positip, bila penyebutnya sama, maka pecahan yang lebih dari adalah pecahan yang pembilangnya mempunyai angka lebih dari yang lain. 

3. Pembilang dan penyebut tidak sama Bila pembilang dan penyebutnya tidak sama menggunakan cara silang. Cara silang sebenarnya adalah mencari pecahan senilainya yaitu dengan menyamakan penyebut. Meskipun demikian perkalian silang ini semata-mata hanya teknik supaya cepat dalam menentukan hasil. 

Ada satu cara lagi yaitu dengan mengubah pecahan ke bentuk desimal, namun anda harus terlebih dahulu menguasa teknik atau cara mengubah pecahan biasa ke pecahan desimal. Dengan menggunakan cara ini akan lebih mudah, apabila bilangan di depan koma sama tinggal dilihat bilangan dibelakang koma mana yang lebih besar.


 الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Monday, October 20, 2014

Macam-macam Perkembangbiakan hewan

Macam-macam Perkembangbiakan hewan

Perkembangbiakan Hewan ( Ovivar, Vivipar dan Ovovivipar ) – Hewan juga berkembang biak menghasilkan keturunan untuk melestarikan jenisnya. Cara perkembangbiakan hewan akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Bertelur (Ovipar)

Perkembangbiakan hewan dengan cara bertelur disebut ovipar. Ovipar berasal dari kata ovum (telur). Sel telur dari hewan betina dibuahi oleh sperma yang dihasilkan hewan jantan. Pembuahan dapat terjadi di dalam tubuh (internal) dan pembuahan di luar tubuh (eksternal). Ayam, burung, ikan, dan serangga berkembang biak dengan bertelur.

a. Unggas (bangsa burung)

Ayam, bebek, dan merpati termasuk unggas yang berkembang biak dengan cara bertelur. Pernahkah kamu melihat ayam atau burung yang mengerami telurnya? Hewan-hewan tersebut mengerami telurnya hingga menetas. Ayam dan burung mengerami telurnya sekitar 21 hari. Perkembangbiakan ini terjadi karena pembuahan di dalam tubuh.


b. Ikan dan Amfibi

Tidak seperti unggas, kelompok ikan dan amfibi tidak mengerami telurnya hingga menetas. Telur-telur tersebut akan menetas sendiri. Pembuahan pada ikan dan amfibi terjadi di luar tubuh. Saat bertelur, ikan betina akan mencari perhatian ikan jantan.

Selanjutnya, akan mengikuti gerakannya. Setelah ikan betina bertelur, ikan jantan akan mengeluarkan sperma. Selanjutnya, pembuahan terjadi di air. Ada juga beberapa jenis ikan dan amfibi yang memelihara telurnya. Telur kodok betina dikeluarkan dari bagian bawah tubuhnya. Sementara punggungnya dipegangi oleh kaki belakang, kodok jantan. Ikan mujair memelihara telur-telurnya di dalam mulut. Penyu juga berkembang biak dengan cara bertelur. Akan tetapi, penyu tidak mengerami telurnya. Akan tetapi, ditimbun di tempat tertentu hingga telur menetas.

2. Melahirkan (Vivipar)

Perkembangbiakan hewan dengan cara melahirkan disebut vivipar. Kucing, sapi, dan harimau adalah hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan. Hewan-hewan ini termasuk kelompok hewan mamalia karena menyusui anaknya. Ada juga hewan air yang berkembang biak dengan melahirkan, misalnya ikan lumba-lumba dan paus.

Sebenarnya hewan yang melahirkan juga menghasilkan telur. Telur tersebut tidak dibungkus oleh cangkang dan tidak dikeluarkan dari tubuh, Saat terjadi perkawinan, sperma hewan jantan akan membuahi telur di rahim hewan betina.

Telur yang telah dibuahi disebut zigot. Zigot akan tumbuh menjadi calon individu baru (embrio). Selama itulah hewan betina mengalami kehamilan (mengandung). Setiap jenis hewan mengalami masa kehamilan yang berbeda-beda. Setelah dilahirkan, induk bayi hewan tersebut akan menyusui anaknya.

3. Bertelur-Melahirkan (Ovovivipar)

Perkembangbiakan hewan dengan cara bertelur-melahirkan disebut ovovivipar. Hewan betina yang berkembang biak dengan cara ini juga akan mengeluarkan telur dari tubuhnya. Akan tetapi, telur yang dikeluarkan sudah tumbuh menjadi embrio. Perkembangbiakan ovovivipar diawali dengan bertelurnya hewan betina dalam tubuh. Telur tersebut akan dibuahi sel sperma yang dihasilkan oleh hewan jantan. Hal ini disebut pembuahan.

Pembuahan menghasilkan zigot yang akan tumbuh menjadi embrio di dalam telur. Embrio tersebut akan menetas di dalam tubuh hewan betina. Selanjutnya, calon bayi itu dikeluarkan dari dalam tubuh hewan betina seperti proses melahirkan. Reptil seperti ular boa dan kadal berkembang biak dengan cara ovovivipar.

Perkembangbiakan Hewan

Perkembangbiakan Hewan

1. Perkembangbiakan Hewan secara Generatif
Perkembangbiakan hewan secara generatif dibagi dalam tiga kategori yaitu perkembangbiakan secara Ovivar (bertelur), Vivivar (beranak/melahirkan) dan Ovovivivar (Bertelur dan beranak/melahirkan).

a. Perkembangbiakan hewan Ovivar (bertelur)
Hewan yang digolongkan sebagai hewan Ovivar adalah hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur. Embrio yang telah terbentuk akan tumbuh menjadi individu yang baru (anak) diluar tubuh induk, yaitu berkembang di dalam telur sebelum menetas menjadi individu yang baru. Berbicara mengenai pembuahan pada hewan Ovivar, pembuahan dibagi dalam 2 kategori yaitu Pembuahan Internal dan Pembuahan Eksternal.

Pembuahan Internal adalah proses pembuahan Ovum oleh sperma yang terjadi di dalam tubuh induk betina contohnya Ayam (unggas, termasuk burung) dan penyu (reptilia). Sedangkan Pembuahan Eksternal adalah proses pembuahan yang terjadi di luar tubuh induk betina contohnya Ikan dan katak.


b. Perkembangbiakan hewan Vivivar (Beranak atau Melahirkan)
Hewan yang digolongkan sebagai hewan Vivivar adalah hewan yang berkembangbiak dengan cara beranak atau melahirkan. Embrio yang telah terbentuk akan tumbuh menjadi individu baru di dalam rahim induk betina sampai siap untuk dilahirkan. Hewan vivivar adalah hewan yang masuk dalam golongan Mamalia atau hewan menyusui misalnya lumba-lumba, harimau, kucing, kambing, ikan paus, tikus dan lain sebagainya.

c. Perkembangbiakan hewan Ovovivivar (bertelu dan melahirkan)
Hewan yang digolongkan sebagai hewan Ovovivivar adalah hewan yang proses pembuahannya terjadi dalam tubuh induk betina. Hasil dari pembuahan ini kemudian membentuk telur dan masih dalam rahim induk betina. Dan setelah janin tersebut sudah terbentuk secara sempurna, maka telur siap untuk dikeluarkan dari dalam tubuh induk betina. Telur tersebut kemudian langsung menetas begitu keluar dari tubuh sang induk. Contoh hewan Ovovivivar adalah ikan Hiu, beberapa jenis kadal dan beberapa jenis ular.

2. Perkembangbiakan hewan secara vegetatif
Perkembangbiakan hewan secara vegetatif terjadi pada hewan-hewan tidak bertulang belakang. Ada beberapa cara perkembangbiakan vegetatif pada hewan misalnya dengan cara fragmentasi (fragmen=bagian) dan membentuk tunas.

Contoh hewan yang berkembang biak dengan cara fragmentasi adalah cacing Planaria. Proses fragmentasi diawali dengan pemisahan atau pemutusan tubuh induk. Tubuh yang sudah terpisah tersebut kemudian masing-masing dapat tumbuh menjadi dua individu yang baru.

Contoh hewan yang berkembang biak dengan pembentukan tunas baru adalah Hydra (Hydra adalah jenis hewan yang dapat berkembang biak baik secara generatif maupun vegetatif). Tunas baru hydra berasal dari tubuh induk yang membengkak yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi tunas baru. Tunas baru kemudian melepaskan diri dari tubuh induk dan berkembang lagi menjadi Hydra dewasa yang baru.

Saturday, October 11, 2014

Soal UTS Kurikulum 2013 semester 1

Soal UTS Kurikulum 2013 semester 1

mau share aja soal mid semester untuk sd/mi atau soal uts, kali aja ada manfaatnya bagi para pembaca, sebab penulis udah berkali coba cari tapi ndak ada yang nyangkut di hati. akhirnya saya coba bikin sendiri 

soal UTS kelas 4 kurikulum 2013 tema 1 sub tema 1

Soal UTS kelas 4 kurikulum 2013 tema 1 sub tema 2

Soal UTS kelas 4 kurikulum 2013 tema 1 sub tema 3

Soal UTS kelas 4 kurikulum 2013 tema 3 sub tema 1

Soal UTS kelas 4 kurikulum 2013 tema 2 subtema 2

Soal UTS Kelas IV K13 tema 2 sub tema 3

Friday, October 10, 2014

Adaptasi Pada Makhluk Hidup

Adaptasi Pada Makhluk Hidup


Kelangsungan hidup organisme dipengaruhi oleh 3 hal, yakni adaptasi, seleksi alam serta perkembangbiakan. Dengan beradaptasi, makhluk hidup yang mampu bertahan akan berlangsung hidupnya , yang tidak mampu bertahan akan punah, dalam peristiwa inilah alam akan berperan sebagai penyeleksi. Sedangkan perkembangbiakan untuk melestarikan jenisnya, sehingga kelangsungan hidupnya terjaga.

A. ADAPTASI

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Berdasarkan bentuknya, adaptasi diklasifikasikan menjadi 3, yakni: adaptasi Morfologi (bentuk tubuh), adaptasi Fisiologi ( fungsi kerja tubuh), serta adaptasi tingkah laku (behavioral).

1. Adaptasi Morfologi

Adaptasi Morfologi adalah penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh yang berlangsung sangat lama untuk kelangsungan hidupnya. Adaptasi ini sangat mudah dikenali dan mudah diamati karena tampak dari luar.

Contoh: aneka jenis paruh dan kaki burung, beragam tipe mulut serangga, aneka ragam jenis akar, batang dan daun pada tanaman.

Adaptasi morfologi pada hewan

a. Burung

Burung memiliki bentuk kaki yang berbeda-beda disesuaikan dengan tempat hidupnya dan jenis mangsa yang dimakannya. Berdasarkan lingkungan dan jenis makanan yang dimakannya, bentuk kaki burung dikelompokkan menjadi lima,



Bentuk paruh burung juga beraneka ragam. Keanekaragaman bentuk paruh burung sesuai dengan jenis makanannya. Perhatikan keanekaragaman bentuk paruh burung pada tabel 3.2



b. Serangga

Untuk memperoleh makanannya, serangga memiliki cara tersendiri. Salah satu bentuk penyesuaian dirinya adalah bentuk mulut yang bebedabeda sesuai dengan jenis makanannya. Bedasarkan jenis makanan yang dimakannya, jenis mulut serangga dibedakan menjadi empat, yaitu mulutpengisap, mulut penusuk, mulut penjilat, dan mulut penyerap.

1) Mulut pengisap

Mulut pengisap pada serangga bentuknya seperti belalai yang dapat digulung dan dijulurkan. Contoh serangga yang memiliki mulut pengisap adalah kupu-kupu. Kupu-kupu menggunakan mulut pengisap untuk mengisap madu dari bunga.

2) Mulut penusuk dan penghisap

Mulut penusuk dan penghisap pada serangga memiliki ciri bentuk yang tajam dan panjang. Contoh serangga yang memiliki mulut penusuk dan penghisap adalah nyamuk. Nyamuk menggunakan mulutnya untuk menusuk kulit manusia kemudian menghisap darah. Jadi, selain mulutnya berfungsi sebagai penusuk juga berfungsi sebagai pengisap.

3) Mulut penjilat

Mulut penjilat pada serangga memiliki ciri terdapatnya lidah yang panjang dan berguna untuk menjilat makanan berupa nektar dari bunga, contoh serangga yang memiliki mulut penjilat adalah lebah.

4) Mulut penyerap

Mulut penyerap pada serangga memiliki ciri terdapatnya alat penyerap yang mirip spons (gabus). Alat ini digunakan untuk menyerap makanan terutama yang berbentuk cair. Contoh serangga yang memiliki mulut penyerap adalah lalat.


c. Unta

Unta hidup di daerah padang pasir yang kering dan gersang. Oleh karena itu bentuk tubuhnya disesuaikan dengan keadaan lingkungan padang pasir. Bentuk penyesuaian diri unta adalah adanya tempat penyimpanan air di dalam tubuhnya dan memiliki punuk sebagai penyimpan lemak. Hal inilah yang menyebabkan unta dapat bertahan hidup tanpa minum air dalam waktu yang lama.


d. Bentuk Gigi secara khusus

Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya.

e. Bentuk Moncong

Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Amerika Tengah dan Selatan. Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain yang merayap. Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya.
Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah yang dapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga


Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan

Berdasarkan tempat hidupnya, tumbuhan dibedakan menjadi sebagai berikut.

Xerofit, yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang kering, contohnya kaktus.

Cara adaptasi xerofit. antara lain mempunyai daun berukuran kecil atau bahkan tidak berdaun (mengalami modifikasi menjadi duri), batang dilapisi lapisan lilin yang tebal, dan berakar panjang sehingga berjangkauan sangat luas.


Hidrofit. yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan berair, contohnya teratai.

Cara adaptasi hidrofit, antara lain berdaun lebar dan tipis, serta mempunyai banyak stomata. Batangnya berongga berisi udara sehingga bias mengapung.


Higrofit, yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan lembap, contohnya tumbuhan paku dan lumut.


Daun; Tumbuhan insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar, memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin sehingga dapat menggelincirkan serangga yang hinggap.

Dengan enzim yang dimiliki tumbuhan insektivora, serangga tersebut akan dilumatkan, sehingga tumbuhan ini memperoleh unsur yang diperlukan.


Bunga; Bentuk bunga tumbuhan juga dapat dianggap sebagai adaptasi morfologi. Bentuk bunga ini berkaitan dengan cara penyerbukannya. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu serangga umumnya memiliki warna perhiasan bunga yang menarik.


Akar; Akar tumbuhan gurun kuat dan panjang,berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh di dalam tanah. Sedangkan akar hawa pada tumbuhan bakau untuk bernapas.


2. Adaptasi Fisiologi

Adaptasi Fisiologi adalah penyesuaian diri makhluk hidup melalui fungsi kerja organ bisa bertahan hidup. Adaptasi ini berlangsung di dalam tubuh, sehingga sulit untuk diamati.

Beberapa contoh adaptasi fisiologi

Adaptasi Fisiologi pada Manusia


Jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di pantai/dataran rendah. Ukuran jantung para atlet rata-rata lebih besar dari pada ukuran jantung orang kebanyakan. Pada saat udara dingin, orang cenderung lebih banyak mengeluarkan urine (air seni).

Adaptasi Fisiologi pada Hewan

Berdasarkan jenis makanannya, hewan dapat dibedakan menjadi karnivor (pemakan daging). herbivor memakan tumbuhan), serta omnivor (pemakan daging dan turnbuhan). Penyesuaian hewan-hewan tersebut terhadap jenis makanannya. antara lain terdapat pada ukuran (panjang) usus dan enzim pencernaan yang berbeda. Untuk mencerna tumbuhan yang umumnya mempunyai sel-sel berdinding sel keras, rata-rata usus herbrvor lebih panjang daripada usus karnivor:

Sistem Pencernaan Khusus pada hewan Ruminansia

Hewan Ruminansia (pemakan rumput), memiliki tipe pencernaan khusus untuk mencerna rumput-rumputan yang memiliki dinding sel. Hewan ini bisa mencerna makanan di lambung.

Sistem Kerja Tubuh pada Ikan Air Laut

Ikan air laut menghasilkan urine yang lebih pekat dibandingkan dengan ikan sungai. Hal ini disebabkan kadar garam air laut lebih tinggi daripada kadara garam air tawar,

sehingga menyebabkan ikan air laut kek Akibatnya, kadar garam dalam darahnya menjadi tinggi sehingga mengurangi kepekatan cairan dalam tubuhnya, ikan mengeluarkan urine yang pekat.

Kecepatan Metabolisme. Ketika berada di daerah dingin , kecepatan metabolism hewan berdarah panas akan meningkat.

Adaptasi Fisiologi pada Tumbuhan

Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh serangga mempunyai bunga yang berbau khas.
Tumbuhan tertentu menghasilkan zat khusus yang dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan lain atau melindungi diri terhadap herbivor. Misalnya. semak azalea di Jepang menghasilkan bahan kimia beracun sehingga rusa tidak memakan daunnya. ( zat alelopati )

3. Adaptasi Tingkah Laku
Penyesuaian Tingkah Laku terhadap Lingkungan

Beberapa jenis hewan ada yang menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara mengubah tingkah laku. Cara ini selain untuk mendapatkan makanan juga untuk melindungi diri dari musuh atau pemangsa. Perhatikan beberapa contoh hewan yang menyesuaikan diri dengan tingkah laku berikut ini!

a. Bunglon

Kalian tentu pernah melihat bagaimana bunglon dapat merubah warna kulitnya sesuai dengan warna tempat ia berada. Ketika berada di pohon yang berwarna coklat maka tubuh bunglon akan berrwarna coklat. Begitu juga ketika ia berada di pohon yang berwarna hijau maka tubuhnya akan berwarna hijau. Perubahan warna tubuh pada bunglon merupakan bentuk penyesuaian diri agar ia terlindung dari musuhnya. Perubahan warna kulit sesuai dengan warna lingkunagannya seperti yang dilakukan olehBunglon dinamakan mimikri.

b. Kalajengking

Kalajengking melindungi dirinya dari musuh dengan menggunakan sengatnya. Sengatnya ini mengandung racun yang dapat membunuh musuhnya. Selain kelajengking, hewan lain yang menggunakan zat racun untuk melindungi dirinya dari serangan musuh adalah, kelabang, lebah, dan ular.

c. Cumi-Cumi

Cumi-cumi melindungi diri dari musuhnya dengan cara menyemburkan cairan, seperti tinta ke dalam air. Hal ini menyebabkan musuh yang menyerangnya tidak dapat melihatnya dan ia dapat berenang dengan cepat untuk menghindari musuhnya tersebut.

d. Siput

Siput memiliki pelindung tubuh yang keras dan kuat yang disebut cangkang. Hewan jenis ini melindungi diri dari musuhnya dengan cara memasukkan tubuhnya kedalam cangkang. Selain siput, kura-kura, dan penyu juga memiliki cangkang yang digunakan untuk melindungi diri dari musuhnya.

e. Cecak

Cicak merupakan contoh hewan yang ekornya mudah putus. Dalam keadaan bahaya, cicak mengelabuhi musuhnya dengan cara memutuskan ekornya. Kejadian ini dinamakn autotomi. Jika seekor cicak dikejar pemangsa,ekornya secara mendadak putus dan bergerak-gerak sehingga perhatian pemangsa akan tertuju pada ekor yang bergerak-gerak tersebut. Kesempatan itulah yang digunakan cicak untuk menghindarkan diri dari kejaran predator.

f. Ikan paus

Paus adalah mamalia yang hidup di air. Seperti hewan mamalia yang lain, walaupun hidup di air paus bernapas menggunakan paru-paru. Padahal paru-paru tidak dapat mengambil oksigen dari air. Paus dan semua mamalia yang hidup di air, kurang lebih tiap tiga puluh menit muncul ke permukaan air untuk menghirup oksigen. Mungkin kalian pernah melihat bagaimana perilaku paus lewat siaran televisi. Ketika muncul ke permukaan air laut, paus mengeluarkan sisa pernapasan berupa karbondioksida dan uap air yang sudah jenuh dengan air sehingga terlihat seperti air mancur. Setelah itu paus menghirup udara sebanyak-banyaknya sehingga paru-parunya penuh dengan udara.

g. Hibernasi dan estivasi

Pada musum dingin banyak hewan berdarah panas membutuhkan energi tambahan untuk menjaga suhu tubuhnya, tetapi makanan sangat langka. Untuk dapat bertahan maka beberapa hewn, misalnya tikus, landak, beruang hitam dan lain-lain melakukan hibernasi, yaitu tidur panjang di musim dingin. Demikian pula untuk hewan yang hidup di daerah guru yang sangat panas dan pada musim kemarau mempunyai perilaku tertentu yang yaitu melakkukan estivasi yaitu tidur panjang di musim kemarau, supaya dapat bertahan hidup di daerah gurun. Misalnya pada kadal, katak, keong, dan lain-lain.

BIO SAINS

Burung pemakan biji tidak memiliki cakar depan untuk memegang biji seperti pada rodentia ( hewan pengerat ) Dia menyelipkan biji pada pohon dan membukanya dengan patukan – patukan

Sumber : Dunia Bintang 1984

Beberapa ikan mengeluarkan kejutan listrik yang lemah untuk menakuti musuhnya.ikan ini akan mengeluarkan kejutan listrik yang dapat melumpuhkan musuhnya bila diserang, seekor belut dapat membuat kejutan beraliran listrik 220 V kejutan ini dapat membuat manusia atau kuda pingsan. Tampaknya kejutan listrik ini merupakan gerakan reflex terhadap bahaya.

Thursday, October 9, 2014

Arane Kembang Lan Arane Pentil

Arane Kembang Lan Arane Pentil

kali ini penulis mencoba menyajikan tentang pembelajaran Bahasa Jawa meski termasuk pelajaran mulok, akan tetapi Bahasa Jawa syarat dengan budaya yang harus kita jaga kelestarianya, agar tidak hilag di telan oleh ganasnya kemajuan zaman, apalagi sekarang banyak orang jawa yang sudah tidak lagi kental dengan adat istiadat jawa, hal ini banyak faktor penyebabnya, yang mungkin tidak tepat bila kita perdebatkan, karena yang terpenting bukan perdebatanya, tapi bagaimana kita bisa memberi sumbangsih agar Bahasa Jawa bisa tetep eksis di tengah perkembangan zaman yang serba digital ini, kemaren dulu peulis pernah menyajikan talqin mayit versi bahasa jawa taklain itu juga upaya penulis untuk membuat Bahasa Jawa tetap eksis.

1. Arane Kembang



NO
Kembang
Arane
1
Aren
Dang
2
Blimbing
Maya
3
Blutru
Montro
4
Cengkeh
Polong
5
Cubung
Torong
6
Dhadhap
Celung
7
Duren
Dlongop
8
Ganyong
Puspanyindra
9
Garut
Grameng
10
Gebang
Kranding
11
Gedhang
Ontong (tuntut)
12
Gembili
Seneng
13
Jagung
Sinuwun (jeprak)
14
Jambe
Mayang
15
Jambu
Karuk
16
Jarak
Juwis
17
Jati
Janggleng
18
Jengkol
Kecuwis
19
Kacang
Besengut (bundhel)
20
Kanthil
Gadhing
21
Kapas
Kadi
22
Kara
Kepek
23
Kecipir
Cethethet
24
Kelor
Limaran
25
Kemlandingan
Jeedhidhing
26
Kencur
Sedhet
27
Tales (kimpul)
Pancal
28
Kluwih
Onthel
29
Kopi
Blanggreng
30
Krambil
Manggar
31
Krokot
Naknik
32
Lamtara
Jedhidhing
33
Lombok
Menik
34
Mlinjo (so)
Uceng (kroto)
35
Nangka
Angkup
36
Nipah
Dongong
37
Pandhan
Pudhak
38
Pace
Nyrewenteh
39
Pete
Pendul
40
Pohong
Ingklik
41
Pring
Krosak
42
Randhu
Karuk
43
Salak
Ketheker
44
Suruh
Drenges
45
Tebu
Glagah
46
Timun
Montro
47
Widara putih
rejasa
  
2. Arane Pentil



NO
Pentil
Arane
1
Asem
Ceempaluk
2
Jagung
Janten
3
Jambe
Bleber
4
Jambu
Karuk
5
Kacang
Besengut
6
Krambil
Bluluk, cengkir, degan
7
Manggis
Blibar
8
Nangka
Babal, gori
9
Pelem
Pencit
10
Randhu
Plencing
11
Semangka
Plonco
12
So/mlinjo
Kroto
13
Timun
serit