--> Kanjeng Ibad: pildacil | Deskripsi Singkat Blog di Sini

tempat rekresi intelektual dan kazanah keilmuan


Showing posts with label pildacil. Show all posts
Showing posts with label pildacil. Show all posts

Sunday, October 19, 2014

Teks Pidato Bulan Muharram

Teks Pidato Bulan Muharram

الحمد لله الذي محول الاحوال الي احسن الحال. الدائم الذي لا يحول ولا يتحول ولا يطرق ساحته نقص ولا زوال. اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له الذي تفرد بالبقاء وتصف بالكمال. واشهد ان سيدنا ومولانا محمدا عبده ورسوله الذي ظهرت به انوار الحق ومحت رسوم الضلال. اللهم صل و سلم علي النبي الكريم والرسول العظيم سيدنا ومولانا محمد وعلي اله واصحابه الذين اكرمهم الله بالفضل والنوال .  اما بعد   

Hadirin yang berbahagia.......
Alloh swt. menjadikan bilangan tahun dalam 12 bulan, yaitu di mulai dengan terjadinya bumi dan langit. 12 bulan tersebut empat bulanya dinamakan ASHURUL HURUM (bulan-bulan yang dimulyakan) yaitu Dzulqo'dah, dzulhijjah, rajab, dan Muharram. bulan Muharram merupakan bulan permulaan di kalender Hijriyah. dan Rasululloh hijrah tidak pada bulan Muharram akan tetapi di bulan Rabi'ul Awal, yaitu bulan kelahiran beliau seperti yang banyak di ceritakan di buku-buku sejarah.

Nabi Muhammad saw. setelah menghadapi peristiwa yang bermacam-macam, di perintahkan Alloh untuk hijrah ke Madinah. dalam perjalanan berangkat ke madinah beliau beserta para sahabatnya mampir dahulu di Gua Tsur selama tiga malam, kemudian meuju Desa QUBA' (-+ 7 km sebelum kota Madinah) dan menginap selama beberapa hari disana. di desa tersebut beliau dan para sahabat bergotong-royong membangun Masjid yang menjadi masjid pertama yang di bangun oleh Nabi dan para sahabat, dan juga menjadi masjid pertama kali Nabi melaksanakan sholat Jum'at. setelah pembangunan selesai Nabi melanjutkan perjalanan menuju Madinah, yaitu menuju rumahnya Abu Ayyub Al Ashoriy. sejenak setelah istirahat beliau menata bangunan Masjid Nabawi dan perumahan para sahabat. setelah selesai pembangunanya Nabi meminta para sahabat yang masih tertinggal di Makkah agar menyusul hijrah ke Madinah.

Hadirin yang dirahmati Alloh
melihat sejarah peristiwa tersebut bahwa Nabi Muhammad adalah pelopor pembangunan pada masa itu, memberikan pelajaran bagi kita agar kita terus senatiasa meningkatkan pembngunan sesuai dengan bidang yang kita kuasai, seperti pembangunan dalam bidang agama, pendidikan, pertanian, kesehatan dan lain sebagainya.

Hadirin yang berbahagia.
Oleh karena itulah, mari kita isi lembaran tahun baru hijriyah ini dengan memperbanyak ibadah dan taat kepada Alloh, terutama menjalankan puasa sunnah pada tanggal 9 dan 10 Muharram dan memperbanyak sedekah serta amal Sholeh terutama kepada Anak yatim seperti yang di perintahkan oleh Rasululloh saw.

Saturday, May 17, 2014

teks pildacil Isra' mi'raj

teks pildacil Isra' mi'raj




اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنَ عَلَي اُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَي سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ

JAMA’AH..... OH JAMA’AH AL-HAMDU....LILLAH
               
                Para ustadz-ustadzah yang kami ta’ati
                Dewan juri yang baaik hati
                Serta teman-temanku semua berbahagia
                Khusus lagi teman-temanku yang ngaji di pondok, yang selalu bersama dalam suka dan duka
                dalam menuntut ilmu, betul...  tidak? Teman-teman......

                izinkanlah dalam kesempat kali ini saya menyampaikan sebuah pidato dengan tema ISRO’ MI’ROJ, teman-teman sudah tahu apa itu isra’ mi’roj ? isra’ dalam arti bahsa adalah: berjalan pada malam hari, sedangkan mi’roj dalam arti bahasa adalah: naik keatas, naik keatas apa teman-teman.....? wah bukan, yang benar naik keatas langit. Jadi menurut arti istilah isra’ mi’raj adalah perjalanan nabi di malam hari hari dari masjidil Haram, sampai ke masjidil Aqsha dan kemudian naik kesidraotul muntaha. Peristiwa ini telah di abadkan dalam al-qur’an surat al-isra’ ayat 1 yang bunyinya

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya : Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

JAMA’AH..... OH JAMA’AH AL HAMDU.... LILLAH

                Dalam peristiwa isra’ mi’raj itu rasululloh saw tidak sendirian, akan tetapi ditemani oleh seorang malaikat, malaikat itu bernama malaikat jibril, malaikat yang nantinya di tugaskan oleh Alloh untuk menyampaikan wahyu kepada beliau, siapa nama mlaikatnya teman-teman....?  coba lebih kers lagi, ya... betul... betul.... betul, malaikat jibril. Disamping itu rasululloh juga di bekali sebuah kendaraan super cepat, yang larinya setara dengan kecepatan cahaya bayangkan setara dengan kecepatan cahaya, kendaraan itu dari surga lho...., ya memang kendaraan itu di ciptakan oleh Alloh dari cahaya, nama kendaraan itu adalah buroq, apa tema-teman....? ya.... benar,  teman-teman hebat semua, siapa dulu bapaknya ?
                Disamping itu Alloh juga memperlihatkan keuasaan dan kebesaraNYA kepada nabi Muhammad saw. Dalam perjalanan itu rasululloh melihat tamtsil-tamtsil atau perumpamaan-perumpamaan tentang nasib balasan Alloh kepada umatnya kelak bila telah meninggal dunia.
1.       Rasululloh bertemu dengan orang yang menanam padi satu kali tapi panen berulang kali, habis di panen tumbuh lagi, habis di panen tumbuh lagi terus seperti itu, rasululloh bertanya kepada malaikat jibril, itu perumpamaan apa maikat jibril ?, malaikat jibril menjawab, itu adalah perumpamaan umatmu yang di dunia mau beramal jariyah, sekali beramal tapi balasanya mengalir terus sampai besuk hari kiamat. Maka mari kita gunakan harta kita untuk amal jariyah “ojo eman-eman” agar kita mendapat balasan secara terus menerus, betul....betu... betul....

JAMA’AH.... OH... JAMA’AH ALHAMDU.. LILLAH

2.       Nabi melihat perumpamaan orang yang memukuli kepala sendiri sampai hancur berkeping-keping, kemudian pulih lagi, begitu terus, kepalanya di pukul menjadi hancur berkeping-keping kemudian pulih lagi, sampai tidak terhitung berapa kali, rasululloh kemudian bertanya kepada malaikat jibril, itu peumpamaan apa lagi malaikat ? malaikat jibril menjawab, itu adalah perumpamaan umatmu yang bermalas-malasan dalam menjalanakan sholat 5 waktu. Nanti di akhirat nasibnya seperti itu, maka janganlah kita bermalas-malasan mejalankan sholat 5 waktu, agar keak kita tidak bernasib seperti  itu. Oke teman-teman...?

Sebenarnya masih banyak lagi perumpamaan nasib dan balasan umat Nabi terhadap amal perbuatanya di dunia, yang tidak mungkin saya sebutkan semua di sini, setuju..... !!!, kalau teman-teman mau kelanjutanya, saksikan pada episode yang akan datang, pada acara YKS, Yuk Keep Smile, bukan itu, Yuuk... Kita iSro’ mi’rojtan,  eng... ing... eng...., sekian, prikane tarik... yu painten keleleken kelopo, menawi lepat kulo nyuwun pangapuro, akhirul kalam, billahi taufiq wal hidayah

Wassalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh.
teks pildacil menuntut ilmu

teks pildacil menuntut ilmu



اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنَ عَلَي اُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَي سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ

Dewan Juri yang kami hormati
Para Dewan Asatidz yang kami ta’ati
Dan teman-teman sekalian yang berbahagia,

Hadirin dan hadirat yang Insya Allah dirahmati Allah !
            Selanjutnya, tidak lupa saya sampaikan banyak terima kasih kepada Moderator dan tim juri yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan beberapa patah kata. Baiklah pada kesempatan ini saya akan ceramah dengan Judul:
“ MENUNTUT ILMU”

             Hadirin dan hadirat yang Insya Allah dirahmati Allah !
            Ketahuilah saudara-saudara sekalian, bahwa mencari ilmu itu hukumnya adalah wajib bagi kaum muslimin dan muslimat. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW di dalam haditsnya:


“Mencari ilmu itu wajib bagi orang Islam laki-laki dan perempuan.”

            Kenapa Rasulullah SAW. Mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu ? Karena ilmu sangat penting bagi kehidupan manusia di dunia ini. Dengan ilmu, kita bisa menundukkan seluruh makhluk Allah di dunia ini. Kita bisa menguasai gunung, bintang, bulan, langit, tumbuh-tumbuhan dan binatang buas sekalipun. Dengan ilmu pula kita bisa memimpin dunia, memimpin seluruh makhluk hidup. Dan dengan ilmu kita bisa menjadi makhluk yang terbaik di antara makhluk Allah SWT. Tetapi jika tidak berilmu, kita akan menjadi bodoh, tidak tahu apa-apa di dunia ini dan pada akhirnya kita menjadi makhluk yang paling jelek dan paling rendah.

Saudara sekalian Seakidah !!!
           
            Sebagaimana saya sebutkan di awal, bahwa ilmu pengetahuan sangat penting dalam hidup ini, karena dengan ilmu pengetahuan kita akan mendapatkan kebahagiaan baik di dunia maupun di akherat. Oleh karena itu, barang siapa yang menghendaki bahagia di dunia, maka harus menguasai ilmu dunia, begitu juga barang siapa yang menghendaki bahagia di akherat, jaga harus dengan ilmu. Sebagaimana sabda Nabi Muhmmad SAW bersabda:

مَنْ اَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَ الْأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِمَا بِالْعِلْمِ

Artinya: “Barangsiapa yang menghendaki dunia maka hendaklah ia berilmu, dan barang siapa yang menghendaki akhirat maka hendaklah ia berilmu dan barang siapa yang menghendaki keduanya, hendaklah ia berilmu.” (Al Hadits).

Dari keterangan hadits ini kita bisa menyimpulkan, betapa pentingnya ilmu bagi kehidupan manusia. Karena itulah manusia akan tingi derajatnya di sisi Allah, dan Allah akan mengagkat derajat orang-orang yang berilmu ke beberapa tingkat (derajat). Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al Mujadalah ayat : 11:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“… Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al Mujadalah: 11)

            Karena ilmu pula yang membedakan manusia dengan hewan. Begitu pentingnya ilmu bagi kehidupan manusia, Allah mengisyaratkan dalam Al Qur’an bahwa pada wahyu pertama, kata yang pertama dipakai adalah kata IQRA’, yang artinya bacalah. Membaca adalah cara untuk mendapatkan ilmu, tanpa mau membaca seseorang sangat sulit mendapatkan ilmu.
            Sebagai manusia, kita memiliki akal atu intelegensi. Dengan akal inilah kita dapat mencari ilmu pengetahuan, yang mana akan menjadikan kita berbeda dengan binatang. Makhlukflora dan Fauna tidak mampu mencari ilmu, karena mereka tidak berakal. Itulah sebabnya manusia lebih unggul ketimbang makluk lainya. Misalnya, manusia dapat menaklukkan semua makhluk di dunia ini seperti gunung-gunung yang besar, pohon-pohon raksasa, hewan-hewan buas dan lain-lain.
            Dapat kita bayangkan, jikalau kita tidak memiliki ilmu, maka kita akan sama derajatnya dengan makhluk lain, atau bahkan mungkin lebih hina. Menuntut ilmu tidak ada batasannya, meskipun sudah tamat MI, MTs, MA atau sampai Sarjana. Kita wajib menuntut ilmu dari buaian sampai keliang lahat. Sebagaimana sabda Nabi:
اُطْلُبُ الْعِلْمَ مِنَ المَهْدِ اِلَي الَّحْدِ
“Carilah ilmu sejak dari buaian sampai keliang lahat.”
Dan sabda beliau :
اُطْلُبُ الْعِلْمَ وَلَوْ بِالْصِّيْنِ
Artinya: “Carilah ilmu walau sampai ke negeri Cina.”

Islam memerintahkan kita untuk mencari ilmu, selama nyawa masih dikandung badan. Tidak ada alasan untuk tidak mencari ilmu, karena dengan ilmu manusia akan bahagia baik di dunia maupun di akherat, hanyalah orang-orang yang tidak waraslah yang tidak mau menuntut ilmu.

Hadirin dan hadirat yang Insya Allah dirahmati Allah !

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, jika ada kata-kata yang salah saya minta maaf dan kepada Allah Swt. Saya mohon ampun.  Wabillahit taufiq walhidayah.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.